Sudah Sampai di-Mana?
Dalam tulisan ini saya ingin menuangkan pikiran-pikiran kecil dari orang-orang biasa. Entah sudah sampai dimana tulisan ini berlabuh dan kepada siapa iya bertuan.
Kekuasaan memang sepenuhnya baik dalam konteks membuat kebijakan bahkan mengendalikan kelompok-kelompok tertentu atau orang kecil "(ro'eng) terutama bagi mereka yang sedang duduk dalam suatu jabatan pada instansi pemerintahan baik itu lingkupnya pemerintahan daerah, kabupaten/kota atau di desa-desa. Saya tidak habis pikir tentang mereka yang suka memanipulasi anggaran demi kepuasanya pribadi dan kroni-kroninya yang tanpa melibatkan perasaan malu.
Sejauh yang saya amati, inilah yang paling jauh. Bahwasanya orang tidak akan korupsi jika iya mampu menjaga batas bawahnya yaitu Iman. Sebesar apapun godaan yang menghampiri mereka jika iman mereka jaga maka peluang untuk melakukan kejahatan itu tidak ada. Apa dasarnya? Jika orang sudah berpikir uang adalah jalan menuju kekuasaan yang sedang mereka pakai, maka dengan sendirinya dia menempatkan kehancuran didalam kehidupan dan karirnya. Akan tetapi jika iman mereka tempatkan diatas segalanya, maka mereka tidak perlu euforia berlebihan ketika merasa menjadi orang berduit karena menyadari uang titipan yang harus mereka sederhanakan lewat kebijakan kecil untuk orang-orang kecil(ro'eng).
Di tahun politik ini saya ingin mengatakan, cerdaslah memilih terutama jika ada orang yang banyak menawarkan atau menebarkan janji akan memperjuangkan sesuatu berupa dukungan pembanguna kiri kanan dan sebagainya, itu tidak perlu karena ada dana desa untuk semua desa. Yang perlu itu, bagi bacaleg, kepala daerah bahkan kepala desa nantinya harus beranikan buat sistem e-budgeting demi memudahkan masyarakat mengontrol penuh setiap post anggaran. Pembangunan fisik jangan besar pada anggaran, mutu tidak di perhatikan, pengawasan tidak ada Karena deal sana sini dengan lobi biar tutup mulut. Itu brengsek dan sikap buruk yang akan terus di wariskan kepada anak cucu kelak. Namun yang terlihat lugu sedang menampilkan kemunafikan, yang benar mereka yang tidak membagi-bagikan uang.

Komentar